pengaruh internet pada anak

4 Bahaya dan Efek Samping Internet Terhadap Anak-anak

Di awal abad 21 kita semua telah menjadi saksi lahirnya teknologi modern bernama internet. Popularitas sitem yang menghubungkan tiap jaringan di seluruh dunia ini terus tumbuh tanpa kenal lelah dari sejak pertama kali dia diciptakan ke dunia.

Sangat jelas, dengan akses universal ke berbagai informasi dan mekanisme interaktif dalam berkomunikasi yang ditawarkan oleh internet, sangat wajar jika orang-orang di seluruh dunia sangat kecanduan pada teknologi ini.

dunia internet tanpa batas

Kunci Menuju Dunia Baru

eCommerce, eBusiness, dan eMarketing adalah beberapa fenomena yang muncul akibat invasi internet. Sudah dipastikan internet telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seluruh umat manusia di bumi.

Kita tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk membeli buku atau keluar rumah untuk pergi ke perpustakaan dan harus pulang ketika perpustakaan tutup padahal masih banyak informasi yang kamu butuhkan. Dengan internet kamu bisa mendapatkan informasi yang kamu butuhkan sebanyak apapun, kapan pun, di mana pun kamu berada.

Kamu bosan? Ingin memainkan sesuatu permainan yang mengasikan? Bahkan kamu tidak perlu beranjak dari kasur. Buka laptop atau bahkan hanya mengeluarkan smartphone dari dalam saku kamu. tinggal mengetik www.mahabet.org, dan semua permainan seru ada di ujung jari kamu.

Sisi Lain dari Internet

Meski begitu, ada beberapa kekhawatiran yang muncul sejalan dengan pertumbuhan internet yang seperti di luar kendali. Kekhawatiran ini muncul karena ketakutan adanya efek samping dari internet itu sendiri. Sulitnya mengontrol sumber informasi, kebocoran di sistem keamanan, atau kecanduan terhadap internet yang tidak aman.

keamanan dunia internet

Kekhawatiran ini semakin besar ketika para orang tua menemukan bahwa efek samping dari internet memberikan dampak yang lebih besar terhadap anak-anak. Berikut ini adalah beberapa efek negatif internet terhadap anak-anak yang harus orang tua hindari sebelum semuanya terlambat.

  1. Tidak Ada Lagi Interaksi Langsung

Pernah mendengar istilah “teknologi mendekatkan yang jauh”? Nyatanya pernyataan tersebut terbukti benar adanya. Namun sayangnya, kini pepatah tersebut harus tersambung dengan kalimat, “menjauhkan yang dekat”.

Tidak ada lagi interaksi sosial secara langsung karena anak-anak sekarang terlalu sering menghadap ke layar komputer atau handphone. Jika ini dibiarkan terjadi, lama kelamaan hubungan sosia anak akan semakin tidak sehat dan ia tidak akan punya teman yang “sebenarnya”.

  1. Kurangnya Kreatifitas

Memang benar dengan internet segala sumber informasi dapat terbuka. Namun di sisi lain, si anak juga akan terlalu menggantungkan diri terhadap internet ketika menghadapi berbagai masalah. Hal ini yang akan membatasi kemampuan kreatifitas anak karena tidak ada tuntutan ke seriusan dalam memecahkan masalah dengan kemampuan sendiri.

  1. Cyber Bullying

Masalah bullying memang problematika serius yang harus langsung ditangani karena kerap kali memakan korban jiwa anak-anak yang masih terbilang muda. Dengan perkembangan internet yang begitu pesat, sayangnya bullying juga mengalami evolusi menjadi cyber bullying. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada perlakukan tidak pantas seperti menghina, melecehkan, atau mempermalukan seseorang di dunia maya.

Dengan area internet yang begitu luas, sangat sulit sekali untuk mendeteksi cyber bullying. Efek yang ditimbulkan juga akan lebih merusak karena bukan luka fisik seperti bullying biasa, namun lebih ke cedera psikologis yang jauh lebih sulit untuk diobati.

pengaruh internet pada anak

  1. Banyak Waktu yang Terbuang

Sangat benar jika internet disebut dapat menghemat waktu. Kamu tidak perlu lagi mengantarkan surat ke kantor pos yang akan sampai ke tempat tujuan selama berhari-hari karena kamu tinggal mengirimkan e-mail yang bisa sampai dalam hitungan detik.

Tapi sayangnya internet tidak hanya memberikan manfaat kepada para penggunanya. Ada banyak hal lain seperti sosial media, game online, instant messanger, dan lain sebagainya, yang dapat membuat anak tidak ingin melepaskan diri dari internet. Secara otomatis anak akan menunda semua pekerjaanya seperti tugas sekolah atau tugas di rumah.

minim sarana prasarana sd

Problematika Sistem Pendidikan Dasar di Indonesia

Sebagai salah satu negara berkembang di dunia, tingkat pendidikan di Indonesia nyatanya masih tergolong rendah. Problematika dunia pendidikan mulai dari tidak meratanya sarana dan prasana pendidikan, kualitas SDM hingga perubahan sistem pendidikan yang tidak menentu menjadi masalah klasik. Pergantian kurikulum pendidikan KBK menjadi KTSP nyatanya tidak mengubah perspektif pembelajaran menjadi efektif. Hal ini karena konsep dari sistem itu sendiri tidak benar – benar diterapkan dalam proses pembelajaran.

kurtilas

Belum lagi setelah diterapkannya kurikulum 2013 oleh Kementrian Pendidikan Indonesia yang menuai pro dan kontra karena dinilai terlalu membebani siswa. Penambahan jam efektif pembelajaran di sekolah serta penambahan tugas membuat siswa terpaku pada nilai akademik semata. Padahal anak–anak yang mengenyam pendidikan dasar tidak hanya butuh penilaian akademik semata, akan tetapi mereka juga butuh dibiasakan dengan nilai-nilai dan moral untuk bekal mereka di masyarakat.

Masalah Sistem Pendidikan di Indonesia

Kurikulum telah diubah, alokasi dana pendidikan telah ditambah, namun mutu dan kualitas pendidikan tidak juga bertambah. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi tim penyusunan kompetensi kelulusan. Standar yang seharusnya menjadi tolok ukur kualitas lulusan ternyata tidak direalisasikan secara maksimal. Beberapa disebabkan oleh problematika yang memang sudah ada sejak dulunya. Apa sajakah itu, mari simak uraian di bawah ini.

budaya membaca

  1. Minimnya Kesadaran Membaca

Teknologi telah berkembang sangat pesat hingga segala macam informasi dan pengetahuan bisa didapatkan dengan mudah via koneksi internet. Namun hal ini tidak mendorong generasi mileneal memiliki kesadaran dan menyukai kegiatan membaca yang efektif.  Sehingga yang terjadi justru budaya copy paste merebak di kalangan siswa sebagai bentuk memanfaatkan kemudahan yang ada. Tentu saja hal ini menurunkan kualitas berpikir siswa. Meningkatkan kesadaran membaca siswa menjadi PR besar bagi bangsa ini jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan generasi mendatang.

  1. Metode Pengajaran

Siswa tidak akan tertarik jika metode pengajaran tidak dibuat semenarik mungkin. Sayangnya, beberapa karena keterbatasan media ajar, guru yang ada mengajar dengan metode satu arah dan bersifat teori. Tentunya metode ini kurang efektif karena tidak semua siswa bisa menangkap dan memahami hanya dengan mendengar.

Akan lebih baik apabila metode satu arah atau ceramah ini hanya dijadikan sebagai pengantar pembelajaran dan selanjutnya siswa dilibatkan dalam forum diskusi agar kemampuan memahami dan menalar materi pelajaran bisa lebih maksimal. Juga konsep praktek pembelajaran menjadi metode efektif untuk membuat siswa lebih lama mengingat materi.

minim sarana prasarana sd

  1. Sarana dan Prasana Pendidikan

Sudah dipahami oleh siapapun, fasilitas pendidikan tidak merata di semua sekolah. Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki sarana dasar seperti gedung sekolah yang layak. Hal ini menjadi salah satu penghalang efektifnya pendidikan diserap oleh siswa.  Tidak meratanya sarana dan prasana pendidikan untuk daerah terpencil ini perlu menjadi perhatian pemerintah supaya ke depan tidak berimbas pada kesenjangan pemahaman pada siswa yang kelak berpengaruh pada kemampuan mereka bersaing di bidang pendidikan.

Terlepas dari realitas dunia pendidikan di Indonesia yang harus dibenahi, untuk mengubah mutu pendidikan menjadi lebih baik tentu dibutuhkan adanya pendidikan karakter yang menjadi acuan sistem pendidikan. Dengan pendidikan karakter ini, setiap siswa bisa mengembangkan diri sesuai bakat dan minat yang dimiliki. Terlebih pada pendidikan tingkat dasar di mana masa ini merupakan masa-masa terbaik dalam menyerap pembelajaran.

juknis dana bos 2017

Dana BOS dan Peruntukannya

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah mencanangkan sebuah program dalam dunia pendidikan yang dilabeli sebagai Bantuan Operasional Sekolah atau lebih populer dengan nama BOS. Secara mudahnya, program ini adalah program dimana pemerintah menganggarkan dana setiap tahunnya untuk operasional sekolah. Tentunya hal ini amat sangat membantu bagi sekolah dan juga bagi warganya.

Dana BOS 2017

Dan sudah bisa dipastikan, tujuan utama dari pemerintah dalam menjalankan program ini adalah untuk meningkatkan pendidikan di tanah air sehingga bisa mencetak generasi-generasi yang lebih pintar lagi nantinya. Program ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk mewajibkan setiap anak untuk mengenyam bangku sekolah minimal 9 tahun.

Untuk lebih jauhnya lagi, fungsi dana BOS ini bisa dibagi menjadi dua macam yaitu untuk sekolah negeri dan sekolah swasta. Apa saja beda fungsinya? Mari kita lihat sama-sama.

Fungsi Dana BOS untuk Sekolah Negeri

  1. Seluruh siswa miskin gratis sekolah.
  2. Semua siswa tidak dipungut biaya operasi sekolah.
  3. Siswa boleh dipungut biaya oleh sekolah dengan kategori RSBI dan SBI asalkan hanya memungut dari siswa yang berasal dari keluarga mampu dan tentunya dengan persetujuan komite sekolah.
  4. Apabila Dana BOS dari Depdiknas belum mencukupi, Pemda memiliki kewajiban untuk memenuhi kekurangan biaya yang diambil dari APBD.
  5. Semua sekolah negeri harus menerima dana BOS. Sekolah negeri yang menolak program ini akan tetap dilarang memungut biaya dari siswa, orang tua, dan juga wali.

juknis dana bos 2017

Fungsi Dana BOS untuk Sekolah Swasta

  1. Siswa miskin yang bersekolah di sekolah swasta tetap digratiskan.
  2. Dana BOS digunakan untuk meringankan beban operasional sekolah. Artinya tidak sepenuhnya digratiskan.
  3. Pungutan biaya operasional di sekolah swasta haruslah dipantau jumlahnya oleh Pemda agar jumlahnya tetap masuk akal dan siswa miskin tetap digratiskan.
  4. Siswa mampu tidak dipungut biayanya secara berlebihan.

Jumlah Dana BOS

Dana BOS diberikan kepada sekolah dengan memperhitungkan jumlah peserta didik yang ada di sekolah. Dan jumlahnya sudah ditentukan oleh pemerintah. Untuk siswa tingkat Sekolah Dasar, tiap tahunnya seorang siswa menerima dana BOS sebesar Rp 800.000. Sedangkan untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama, tiap siswa mendapatkan dana sebesar Rp 1.000.000 tiap tahunnya. Dana BOS biasanya dialokasikan ke sekolah setiap 3 bulan sekali.

Komponen yang Bisa Dibiayai dengan Dana BOS

Tercatat ada 13 komponen yang bisa dibiayai dengan menggunakan dana BOS.

  1. Usaha Pengembangan Perpustakaan
  2. Kegiatan Penerimaan Siswa Baru

Termasuk pengadaan formuler, administrasi, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan proses penerimaan siswa baru.

  1. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
  2. Kegiatan Ujian dan Ulangan
  3. Pembelian Alat Tulis dan Bahan Habis Pakai Lainnya

Pembelian kapur tulis, spidol, kertas, bahan praktikum, dan lain-lain.

  1. Pembayaran Langganan Jasa dan Daya

Biaya listrik, telepon, dan air bisa menggunakan dana BOS.

  1. Perawatan atau Perbaikan Sanitasi
  2. Honor Bulanan

Honor tenaga honorer bisa mengambil dana BOS seperti honor satpam, guru honorer, petugas laboratorium, dan lain-lain.

  1. Pengembangan Tenaga Pendidikan

Kegiatan seperti MGMP, dan juga pelatihan guru bisa menggunakan dana BOS.

  1. Membantu Siswa Kurang Mampu
  2. Membantu Pengelolaan Sekolah
  3. Pembelian dan Perawatan Komputer
  4. Biaya Lain-lain

Apabila dana BOS masih sisa, maka sisa dana bisa digunakan untuk membeli keperluan lain seperti media pembelajaran, alat peraga, maupun furniture untuk ruang kelas.