Dana BOS dan Peruntukannya

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah mencanangkan sebuah program dalam dunia pendidikan yang dilabeli sebagai Bantuan Operasional Sekolah atau lebih populer dengan nama BOS. Secara mudahnya, program ini adalah program dimana pemerintah menganggarkan dana setiap tahunnya untuk operasional sekolah. Tentunya hal ini amat sangat membantu bagi sekolah dan juga bagi warganya.

Dana BOS 2017

Dan sudah bisa dipastikan, tujuan utama dari pemerintah dalam menjalankan program ini adalah untuk meningkatkan pendidikan di tanah air sehingga bisa mencetak generasi-generasi yang lebih pintar lagi nantinya. Program ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk mewajibkan setiap anak untuk mengenyam bangku sekolah minimal 9 tahun.

Untuk lebih jauhnya lagi, fungsi dana BOS ini bisa dibagi menjadi dua macam yaitu untuk sekolah negeri dan sekolah swasta. Apa saja beda fungsinya? Mari kita lihat sama-sama.

Fungsi Dana BOS untuk Sekolah Negeri

  1. Seluruh siswa miskin gratis sekolah.
  2. Semua siswa tidak dipungut biaya operasi sekolah.
  3. Siswa boleh dipungut biaya oleh sekolah dengan kategori RSBI dan SBI asalkan hanya memungut dari siswa yang berasal dari keluarga mampu dan tentunya dengan persetujuan komite sekolah.
  4. Apabila Dana BOS dari Depdiknas belum mencukupi, Pemda memiliki kewajiban untuk memenuhi kekurangan biaya yang diambil dari APBD.
  5. Semua sekolah negeri harus menerima dana BOS. Sekolah negeri yang menolak program ini akan tetap dilarang memungut biaya dari siswa, orang tua, dan juga wali.

juknis dana bos 2017

Fungsi Dana BOS untuk Sekolah Swasta

  1. Siswa miskin yang bersekolah di sekolah swasta tetap digratiskan.
  2. Dana BOS digunakan untuk meringankan beban operasional sekolah. Artinya tidak sepenuhnya digratiskan.
  3. Pungutan biaya operasional di sekolah swasta haruslah dipantau jumlahnya oleh Pemda agar jumlahnya tetap masuk akal dan siswa miskin tetap digratiskan.
  4. Siswa mampu tidak dipungut biayanya secara berlebihan.

Jumlah Dana BOS

Dana BOS diberikan kepada sekolah dengan memperhitungkan jumlah peserta didik yang ada di sekolah. Dan jumlahnya sudah ditentukan oleh pemerintah. Untuk siswa tingkat Sekolah Dasar, tiap tahunnya seorang siswa menerima dana BOS sebesar Rp 800.000. Sedangkan untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama, tiap siswa mendapatkan dana sebesar Rp 1.000.000 tiap tahunnya. Dana BOS biasanya dialokasikan ke sekolah setiap 3 bulan sekali.

Komponen yang Bisa Dibiayai dengan Dana BOS

Tercatat ada 13 komponen yang bisa dibiayai dengan menggunakan dana BOS.

  1. Usaha Pengembangan Perpustakaan
  2. Kegiatan Penerimaan Siswa Baru

Termasuk pengadaan formuler, administrasi, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan proses penerimaan siswa baru.

  1. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
  2. Kegiatan Ujian dan Ulangan
  3. Pembelian Alat Tulis dan Bahan Habis Pakai Lainnya

Pembelian kapur tulis, spidol, kertas, bahan praktikum, dan lain-lain.

  1. Pembayaran Langganan Jasa dan Daya

Biaya listrik, telepon, dan air bisa menggunakan dana BOS.

  1. Perawatan atau Perbaikan Sanitasi
  2. Honor Bulanan

Honor tenaga honorer bisa mengambil dana BOS seperti honor satpam, guru honorer, petugas laboratorium, dan lain-lain.

  1. Pengembangan Tenaga Pendidikan

Kegiatan seperti MGMP, dan juga pelatihan guru bisa menggunakan dana BOS.

  1. Membantu Siswa Kurang Mampu
  2. Membantu Pengelolaan Sekolah
  3. Pembelian dan Perawatan Komputer
  4. Biaya Lain-lain

Apabila dana BOS masih sisa, maka sisa dana bisa digunakan untuk membeli keperluan lain seperti media pembelajaran, alat peraga, maupun furniture untuk ruang kelas.